Pages

Sajak Dua Puluh Satu


Ia adalah ujung senja yang tak akan pernah ku sentuh 


Ia adalah dermaga namun bukan tempat untukku menepi 


Aku hanyalah semacam rintik hujan yang jatuh lalu jejaknya segera hilang 


Dia istimewa 


dan aku menyukainya, ia alasan untuk waktu-waktu yang diam dalam duniaku 


Satu-satunya cara, yang tidak pernah berani ku coba untuk membuatku sedikit lebih bahagia hari ini, adalah menepikan jejak tentangnya... 


Ia pelangi, dan aku penikmatnya, bukan pemiliknya.. 






















-Anindhiya Agustianing Putri, 2011 
------------------------------------------------------ 






Ya, dia, orang yang berbeda dalam konteks yang sama

Yang tanpa disadarinya telah membuatku gila

Yang tersenyum ambigu ketika ku tanya

Walau itu tak menjadi alasan mengapa aku begitu mengaguminya

dan aku menyukainya

Meski terus dalam alibi cinta platonis yang menyiksa

dia adalah alasan untuk kebohongan diri dalam dusta yang sempura


Ia pelangi, dan aku penikmatnya, bukan pemiliknya...

-Auliafz, November 8, 2011

0 komentar:

Posting Komentar